Abstract
Keadaan zaman yang berkembang ke arah semakin modern, sehingga membuat para generasi muda saat ini mulai tidak mengetahui nilai-nilai luhur budaya sendiri serta adanya tradisi leluhur yang mengandung nilai-nilai moral yang harus bertahan dan dijadikan suatu simbolik oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji adanya konstruksi simbolik yang berubah, guna mempertahankan tradisi Nede Lingkok Aik Inem pada masyarakat di Desa Beleke Daye, Lombok Tengah. Metode kualitatif digunakan melalui pendekatan etnografi. Data penelitian ini didapat dari hasil observasi dan wawancara dengan 25 informan yang termasuk dalam 3 kategori. Adapun hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa masih bertahannya nilai pada masyarakat dalam tahapan dan prosesi adat, adanya konstruksi simbolik tradisi Nede Lingkok Aik Inem dan kemampuan generasi muda mempertahankan tradisi di tengah arus modernitas yang berkembang. Hal ini ditandai dengan marak dan antusias tinggi masyarakat yang mengikuti tradisi ini hingga sekarang. Dengan demikian, tradisi ini memiliki nilai-nilai konstruksi simbolik yang mampu mempertahankan adat istiadat masyarakat Beleke.