Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kuliner memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam pengelolaan sistem internal usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana integrasi manajemen keuangan, pengelolaan sumber daya manusia, serta rantai pasok dan distribusi membentuk kapabilitas organisasi UMKM kuliner. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel pada dua UMKM kuliner yang beroperasi di wilayah sekitar Universitas Mataram dan Kecamatan Kekalik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik dan perbandingan lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM dengan sistem internal yang lebih terintegrasi memiliki stabilitas operasional dan kemampuan adaptasi pasar yang lebih baik dibandingkan UMKM dengan sistem yang terfragmentasi. Integrasi lintas fungsi terbukti menjadi faktor kunci dalam pembentukan kapabilitas organisasi UMKM. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik integrasi sistem internal yang sederhana namun konsisten sudah mampu memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan usaha UMKM kuliner. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan sistemik dalam pengembangan UMKM untuk mendukung keberlanjutan usaha secara jangka panjang.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |