Abstract
Akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan kritis bagi masyarakat pesisir di Indonesia, khususnya pada musim kemarau. Desa Mumbul Sari, Lombok Utara menghadapi masalah kontaminasi sumber air oleh bakteri Coliform dan intrusi air laut. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan akses air bersih dan pengetahuan masyarakat melalui implementasi teknologi desalinasi solar still. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan participatory action research melibatkan 31 peserta dari berbagai kelompok demografi dengan evaluasi pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan signifikan rerata skor pengetahuan dari 3,42 (pre-test) menjadi 4,07 (post-test, p < 0,001; Cohen's d = 1,01), membuktikan efektivitas pelatihan partisipatif berbasis teknologi sederhana. Prototipe solar still berukuran 100×100×80 cm dengan cover akrilik dan dukungan limbah plastik berhasil menghasilkan air bersih melalui desalinasi bertenaga surya. Integrasi transfer teknologi dengan konsep circular economy (pemanfaatan limbah plastik) dan pembentukan kelompok usaha pengelola air memastikan keberlanjutan program. Program ini membuktikan bahwa teknologi desalinasi sederhana berbasis energi terbarukan dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan ketahanan air dan mendukung pembangunan berkelanjutan di komunitas pesisir.
Concepts :
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |