Abstract
Laju peningkatan karbon dioksida yang terus meningkat dan masif ini dapat menghambat target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Salah satu usaha untuk menekan perubahan iklim yang dilakukan oleh Indonesia ialah dengan mekanisme perdagangan karbon, akan tetapi perjalanan bursa karbon di Indonesia tidak semulus yang dibayangkan, dari volume dan nilai transaksi, angka partisipan dalam bursa karbon juga cenderung minim peningkatan, bahkan tidak ada transaksi yang terjadi selama Februari 2024, alias nol transaksi. Di sisi lain regulasi yang ada belum memberikan konsep pengaturan yang dapat menghadirkan tuntutan profit perusahaan dengan tuntutan keberlanjutan lingkungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaturan perdagangan karbon yang lebih memadai demi tercapainya perdagangan karbon yang dapat menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi dan lingkungan dengan prinsip In Dubio Pro Natura. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan interdisipliner, dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Pengaturan perdagangan karbon yang berlaku sekarang ini masih belum menunjukkan keseimbangan. Orientasi pengaturan juga kental bernuansa kepentingan ekonomi. Melalui pendekatan Economic Analysis of Law dengan bingkai In Dubio Pro Natura pengaturan perdagangan karbon dapat sesuai dengan tujuannya. Hasil penelitian ini akan bermanfaat untuk merumuskan pengaturan perdagangan karbon yang mengedepankan lingkungan tapi juga tidak mengesampingkan kepentingan ekonomi.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |