Abstract
Kegiatan Teman Bicara Sejiwa (TBS) merupakan bentuk pendampingan sebaya yang dilakukan dengan pendekatan melihat lebih jauh, mendengar lebih dalam, dan terhubung lebih dekat kepada remaja putri dengan perilaku self-harm atau ngebarcode. Perilaku ini menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang cukup serius pada remaja dan seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk stigma dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stigma terhadap outcome kegiatan TBS dalam pendampingan remaja putri di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 7 partisipan yang terdiri dari 3 remaja penyintas, 2 anggota keluarga, 1 caregiver, dan 1 teman bicara sejiwa, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan catatan anekdotal, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik serta triangulasi untuk menjamin keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma masih dirasakan oleh remaja putri, baik dalam bentuk stigma eksternalisasi maupun internalisasi. Stigma tersebut memengaruhi pengalaman, motivasi, serta hambatan dalam mengakses layanan TBS. Dukungan sosial dari keluarga, caregiver, dan teman sebaya terbukti mampu meningkatkan motivasi remaja untuk mengikuti pendampingan, meskipun stigma tetap menjadi kendala utama. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa stigma memiliki pengaruh signifikan terhadap outcome kegiatan TBS. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pemahaman masyarakat dan penguatan dukungan sosial guna meningkatkan efektivitas pendampingan remaja putri penyintas self-harm.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |