Abstract
Depresi adalah gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat, serta perubahan fisik dan pikiran yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Menurut DSM-5, depresi diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu depresi mayor, distimia, dan depresi akibat kondisi medis, dengan gejala seperti suasana hati murung, gangguan kognitif, dan penurunan fungsi harian. Pengobatan depresi dapat menggunakan obat antidepresan, seperti MAOI, TCA, SSRI, SNRI, dan antidepresan atipikal. Selain menggunakan obat-obatan, masyarakat juga menggunakan tanaman herbal sebagai alternatif alami yang lebih aman. Salah satu kelompok tanaman yang berpotensi sebagai antidepresan adalah famili Lamiaceae, yang dikenal sebagai tanaman herbal aromatik. Contohnya yaitu kemangi (Ocimum basilicum), rosemary (Rosmarinus officinalis), lavender (Lavandula angustifolia), dan nilam (Pogostemon cablin). Tanaman-tanaman ini mengandung senyawa aktif yang dapat mempengaruhi sistem saraf dan membantu mengurangi gejala depresi. Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, eugenol, asam rosmarinat, dan monoterpenoid yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan modulasi sistem neurotransmiter. Penelitian ini merupakan tinjauan naratif yang bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman dari famili Lamiaceae yang berpotensi sebagai antidepresan, serta mengkaji kandungan aktif, bagian tanaman yang digunakan, dan dosis efektif berdasarkan uji coba pada hewan (in vivo). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman dari famili Lamiaceae berpotensi dikembangkan sebagai agen fitoterapi alternatif dalam pengelolaan depresi, meskipun diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya pada manusia.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |