Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta upaya peningkatannya di SDN 32 Ampenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas V dan guru kelas VI di SDN 32 Ampenan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis pendekatan deep learning tergolong sangat baik, dengan rincian guru kelas V memperoleh persentase sebesar 93% dan guru kelas VI memperoleh persentase sebesar 99%. Kemampuan tersebut tercermin dalam penyusunan modul ajar, bahan ajar, media pembelajaran, LKPD, dan penilaian yang telah memuat prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan guru secara ringkas meliputi kesulitan dalam menentukan metode pembelajaran, keterbatasan waktu dan beban administrasi, serta kondisi pembelajaran. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan guru antara lain peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan forum profesional guru seperti KKG dan komunitas belajar, serta penyesuaian perangkat pembelajaran.