Abstract
Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika yang berperan dalam melatih penalaran, pengambilan keputusan, dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk karakter kepribadian dan kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perfeksionisme dan prokrastinasi akademik, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMAN 1 Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Data dikumpulkan melalui angket perfeksionisme, angket prokrastinasi akademik, serta tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang disusun berdasarkan indikator Polya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perfeksionisme berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 46,7%, sedangkan prokrastinasi akademik berpengaruh signifikan secara negatif dengan kontribusi sebesar 30,4%. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 59,3%, yang menunjukkan bahwa faktor psikologis dan perilaku belajar memiliki keterkaitan yang signifikan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.