Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlaksanaan materi asam-basa dalam pembelajaran kimia di kelas XI SMAN 1 Lembar. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya topik asam-basa yang memiliki aplikasi luas dalam kehidupan sehari-hari, namun siswa sering kali mengalami kesulitan memahami konsepnya secara mendalam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 3 guru kimia dan 30 siswa yang telah mempelajari materi tersebut. Data dikumpulkan melalui angket guru, angket siswa, dan lembar observasi pembelajaran, kemudian dianalisis secara persentase untuk menentukan kategori keterlaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori baik (61–75%). Indikator evaluasi pembelajaran memperoleh skor tertinggi (68%), sedangkan pemahaman konsep memperoleh skor terendah (61,07%). Perencanaan pembelajaran (70,66%) lebih tinggi daripada pelaksanaan (64%), mengindikasikan adanya kesenjangan implementasi kurikulum. Rendahnya pemahaman konsep menuntut strategi kontekstual dan berbasis HOTS, peningkatan variasi sumber belajar, pengembangan evaluasi yang mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, serta dukungan kebijakan sekolah dan pelatihan berkelanjutan bagi guru.