Abstract
Beton merupakan material komposit yang banyak digunakan karena mempunyai kuat tekan tinggi, tetapi memiliki kelemahan berupa kerapatan yang tinggi. Inovasi beton ringan seperti Preplaced Lightweight Aggregate Concrete (PLWAC) hadir sebagai solusi, dengan metode penempatan agregat ringan terlebih dahulu ke dalam cetakan yang kemudian diisi bahan grouting diharapkan mampu menurunkan kerapatan. Penelitian ini menggunakan batu apung sebagai agregat kasar dan fly ash sebagai agregat halus. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh variasi perbandingan semen:fly ash terhadap flowabilitas dan kuat tekan bahan grouting, mengevaluasi sifat mekanik (kuat tekan, tarik, kuat lentur) dan fisik (kerapatan, penyerapan air) PLWAC. Sebagai bahan grouting digunakan variasi perbandingan semen:fly ash 1:0,5; 1:1; 1:1,5; dan 1:2. Metode grouting dilakukan dengan metode manual pumping ke dalam cetakan yang telah terisi agregat batu apung. Benda uji terdiri dari 12 kubus ukuran 50 mm x 50 mm x 50 mm untuk uji kuat tekan bahan grouting, 28 silinder ukuran 150 mm x 150 m untuk uji kuat tekan, tarik belah, dan penyerapan, serta 12 balok ukuran 150 mm x 150 mm x 530 mm untuk uji kuat lentur PLWAC. Hasil pengujian pada umur 56 hari menunjukkan bahwa peningkatan fly ash menyebabkan penurunan sifat mekanik. Kuat tekan bahan grouting tertinggi sebesar 28,64 MPa pada rasio 1:0,5. Sedangkan PLWAC memiliki kuat tekan tertinggi 6,22 MPa, kuat tarik belah 1,27 MPa, dan kuat lentur 1,28 MPa. Kerapatan PLWAC terendah pada komposisi semen 1: 2 sebesar 1388,3 kg/m³ dan penyerapan air 28,79%.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |