Abstract
Pesatnya perkembangan Kota Mataram berdampak pada peningkatan volume kendaraan di Jalan Udayana, berpotensi menimbulkan kemacetan, khususnya pada lokasi putar balik (U-Turn). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja ruas dan fasilitas U-Turn pada dua segmen jalan melalui indikator kapasitas, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan, waktu putar, serta panjang antrian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan survei lapangan untuk memperoleh data primer berupa volume lalu lintas, hambatan samping, jumlah kendaraan putar balik, dan waktu manuver. Pengamatan dilakukan pada dua arah arus (Udayana–Rembiga dan Udayana–Islamic Center) di segmen 1 dan 2. Analisis data mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dan teori antrian. Hasil penelitian menunjukkan derajat kejenuhan segmen 1 sebesar 0,58 (Senin) dan 0,55 (Sabtu); segmen 2 sebesar 0,53 (Senin) dan 0,51 (Sabtu)—keduanya termasuk tingkat pelayanan C (arus stabil dengan kecepatan mulai terkendali). Waktu putar di segmen 1 tercatat 11,06 detik, sedangkan di segmen 2 sebesar 11,54 detik, mengindikasikan manuver cepat tanpa hambatan berarti. Rata-rata panjang antrian di segmen 1 arah Rembiga mencapai 4,19 smp/jam, arah Islamic Center 7,52 smp/jam. Pada segmen 2, arah Rembiga sebesar 9,58 smp/jam dan arah Islamic Center 1,79 smp/jam. Hal ini mencerminkan perbedaan karakteristik antrian akibat dominasi arus dan aktivitas kendaraan yang tidak sama pada setiap arah.
Concepts :
SDGs
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |