Abstract
Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh petugas kredit dalam menangani kredit bermasalah pada PT. BPR NTB Perseroda Kantor Cabang Kuripan. Permasalahan yang ditemukan yaitu debitur yang mengalami penurunan kemampuan untuk membayar dan penggunaan dana kredit yang tidak sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Hal ini berdampak pada peningkatan risiko kredit serta perubahan pada rasio Non-Performing Loan (NPL) di perusahaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung selama 3 bulan, wawancara dengan petugas kredit, serta analisis data sekunder berupa laporan kredit dari tahun 2022 sampai 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan dalam menangani masalah kredit meliputi rescheduling, reconditioning, restructuring, pendekatan persuasif, dan pengawasan melalui kunjungan lapangan secara berkala. Penerapan strategi-strategi ini berhasil menurunkan rasio NPL dari 8,22% pada tahun 2022 menjadi 4,70% pada tahun 2023, meskipun kemudian mengalami peningkatan lagi menjadi 5,15% pada tahun 2024, sehingga diperlukan pengawasan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan oleh petugas kredit cukup efektif dalam mengelola kredit bermasalah, namun masih ada kebutuhan untuk memperbaiki kemampuan analisis kredit, meningkatkan pemantauan pembayaran angsuran, serta memberikan edukasi keuangan yang lebih mendalam kepada debitur agar kualitas portofolio kredit tetap terjaga.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |