Abstract
Berdasarkan hasil observasi awal peneliti yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Mataram, ditemukan beberapa masalah pada proses pembelajaran PPKn, khususnya pada kelas VIII-A dan VIII-D masih terdapat beberapa siswa yang kurang aktif saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dilihat ketika guru memberikan stimulus berupa pertanyaan atau meminta siswa untuk menyampaikan gagasannya dan instruksi-instruksi lain siswa tidak memberikan respon. Hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa siswa dapat disimpulkan bahwa yang mengakibatkan siswa menjadi bosan, mengantuk pada saat belajar dikarenakan model pembelajaran yang digunakan guru tersebut tidak inovatif. Guru hanya menulis saja, menggunakan satu model pembelajaran sehingga rangsangan kepada siswa untuk berpikir lebih tinggi kurang. Dari permasalahan tersebut, peneliti berdiskusi dengan guru PPKn kelas VIII-A dan VIII- D untuk menerapkan salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi, meningkatkan berpikir kritis serta meningkatkan keberhasilan suatu proses pembelajaran PPKn dengan cara menentukan pemilihan dan penggunaan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model inquiry based learning dengan berbantuan media ular tangga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian Memperlihatkan Pengaruh penerapan model inquiry based learning dengan berbantuan media ular tangga siswa kelas VIII-A SMPN 1 Mataram hasil statistik taraf signifikasi (0,002) < 0,05 yang artinya ada pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan penerapan model inquiry based learning dengan berbantuan media ular tangga. Dengan demikian, model inquiry based learning dengan media ular tangga dapat dijadikan alternatif pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemikiran kritis siswa SMP. Kata Kunci : Model inquiry based learning, media ular tangga, Berpikir Kritis, PPKn.