Abstract
Kawasan Gili Petagan, sebagai destinasi ekowisata potensial di Lombok Timur, memiliki tutupan vegetasi mangrove yang masih sangat terbatas di beberapa titik kritis. Selain itu, kesadaran masyarakat terkait pentingnya ekosistem mangrove masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan ekosistem mangrove melalui penanaman bibit sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk mendukung pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan adalah edukasi lapangan terpadu yang menggabungkan penyuluhan partisipatif, praktik penanaman langsung, dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 26 Mei 2024, di Gili Petagan, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, dengan peserta sebanyak 45 orang yang terdiri atas mahasiswa, dosen D3 Pariwisata UNRAM, anggota Pokdarwis Petarando, dan anggota Badan Promosi Pariwisata Lombok Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan berjalan lancar, seluruh peserta aktif mengikuti proses edukasi dan penanaman bibit mangrove, serta terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya konservasi mangrove. Dampak dari kegiatan ini adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah, serta membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis mangrove. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak terbukti efektif dalam pelestarian kawasan pesisir.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |