Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efektivitas madu, air kelapa, dan metil testosteron dalam proses maskulinisasi ikan nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan empat perlakuan, yaitu kontrol (P1), metil testosteron (P2), air kelapa (P3), dan madu (P4). Parameter yang diamati meliputi persentase maskulinisasi, survival rate (SR), berat mutlak, specific growth rate (SGR), serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metil testosteron menghasilkan tingkat maskulinisasi tertinggi sebesar 90,29% ± 3,97, diikuti oleh madu sebesar 70,79% ± 13,34, air kelapa 49,29% ± 8,61, dan kontrol 35,97% ± 8,64. Nilai SR berkisar antara 68–78% dan masih tergolong baik. Pertumbuhan ikan yang diamati melalui berat mutlak dan SGR tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan, meskipun nilai tertinggi cenderung diperoleh pada perlakuan madu. Parameter kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran optimal untuk pemeliharaan ikan nila. Berdasarkan hasil tersebut, metil testosteron merupakan perlakuan paling efektif dalam maskulinisasi, sedangkan madu berpotensi sebagai alternatif bahan alami yang lebih ramah lingkungan.
Concepts :
Citations by Year
| Year | Count |
|---|---|
| 2026 | 0 |