Abstract
Pendidikan abad ke-21 menggerakan pergeseran paradigma dalam pembelajaran dan penilaian. Metode tradisional, yang terbatas pada penguasaan konten, bertransformasi menjadi pengembangan kompetensi berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif, serta keterampilan pemecahan masalah. Dalam konteks ini, konsep penilaian otentik dan pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang membutuhkan perhatian dalam menciptakan reformasi pendidikan yang lebih maju dan modern. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konseptual dan empiris antara penilaian otentik dan pembelajaran mendalam untuk mendukung pembelajaran abad ke-21. Artikel ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka naratif, dengan menggunakan teknik analisis tematik untuk memberikan batasan yang jelas bagi proses analisis dan menghasilkan sintesis. Pustaka yang ditinjau mewakili hasil penelitian atau kebijakan pemerintah yang diterbitkan antara tahun 2021 dan 2026. Untuk artikel jurnal, kriteria yang ditetapkan harus berasal dari jurnal terakreditasi nasional dengan minimal Sinta 4 dan artikel internasional yang bereputasi. Analisis menunjukkan bahwa penilaian otentik memiliki fungsi katalitis dalam mewujudkan pembelajaran mendalam melalui tugas-tugas otentik dan realistis yang berfokus pada proses penilaian seperti penilaian kinerja, sikap, dan portofolio. Pendekatan pembelajaran mendalam membutuhkan sistem penilaian yang dapat mengukur proses berpikir tingkat tinggi. Sintesis literatur menunjukkan bahwa integrasi penilaian otentik dan Deep Learning berkontribusi pada pengembangan kompetensi abad ke-21 dan peningkatan pembelajaran yang bermakna. Artikel ini menawarkan model konseptual tentang hubungan antara penilaian otentik dan pembelajaran mendalam sebagai landasan pengembangan pembelajaran di era transformasi pendidikan